16 Dec 2025
Jonggol — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis pesantren, telah dilaksanakan kegiatan pembahasan perawatan dan pemeliharaan pohon durian serta pengembangan program ketahanan pangan di lahan Pondok Pesantren Ummul Qur'an Jonggol, Desa Sukaresmi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Tani Desa Sukaresmi, Bapak Hermansyah, Ketua Yayasan Ummul Qur'an, Bapak M. Komarudin MZ, serta dari divisi Pondok Pesantren Ummul Qur'an yang diwakili oleh Ustadz Ahmad Fajri. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi antara pesantren dan masyarakat tani setempat.
Dalam pembahasannya, Bapak Hermansyah menyampaikan pentingnya teknik perawatan durian yang tepat, mulai dari pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemangkasan yang benar agar pohon durian dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan perawatan tanaman sangat bergantung pada konsistensi pemeliharaan dan kerja sama antar pengelola lahan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ummul Qur'an, Bapak M. Komarudin MZ, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dari kelompok tani. Menurutnya, program ketahanan pangan di lingkungan pesantren bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi santri agar memiliki keterampilan pertanian dan kemandirian ekonomi di masa depan.
Ustadz Ahmad Fajri menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi pesantren dalam membentuk santri yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian pangan. “Lahan pesantren diharapkan dapat menjadi contoh praktik pertanian produktif yang bermanfaat bagi pesantren dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Kelompok Tani Desa Sukaresmi dan Pondok Pesantren Ummul Qur'an Jonggol, diharapkan program perawatan durian dan ketahanan pangan ini dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat.